Proklamasi hasil tulisan sukarno biography

Biografi Soekarno: Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia

 - Soekarno adalah proklamator kemerdekaan Indonesia sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.

Soekarno atau juga dikenal sebagai Bung Karno, lahir di Surabaya, pada 6 Juni

Ir Soekarno adalah tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia juga merupakan perumus Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Baca juga: Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Soekarno di Pengadilan Belanda

Awal kehidupan Soekarno

Soekarno terlahir ketika Indonesia masih berada di bawah penjajahan kolonialisme Belanda.

Ia adalah anak dari Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Ayah Soekarno adalah seorang guru yang pernah bekerja di Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, Bali.

Di sanalah, Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu Nyoman Rai yang merupakan perempuan keturunan bangsawan Bali.

Mereka kemudian menikah dan memiliki dua anak, yakni Soekarno dan kakak perempuannya yang bernama Soekarmini.

Saat lahir, Soekarno diberi nama Koesno Sosrodihardjo. Namun, saat berusia 11 tahun, namanya diubah menjadi Soekarno karena ia sering sakit-sakitan.

Ketika kecil, Soekarno sempat tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo, di Tulung Agung, Jawa Timur.

Ia juga mengenyam pendidikan pertamanya di Tulung Agung sebelum akhirnya pindah ke Mojokerto untuk mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di sana.

Pendidikan Soekarno

Soekarno pernah mengenyam pendidikan di sekolah tempat ayahnya bekerja, yakni di Eerste Inlandse School di Mojokerto.

Eerste Inlandse School adalah sekolah Belanda untuk anak-anak bumiputera atau pribumi.

Pada Juni , Soekarno kemudian pindah ke Europeesche Lagere School (ELS) yang merupakan sekolah dasar untuk anak-anak keturunan Eropa, timur asing, atau pribumi terkemuka.

Setelah menamatkan studi di ELS, Soekarno kemudian melanjutkan pendidikannya ke Hogere Burger Academy (HBS) di Surabaya pada HBS merupakan sekolah lanjutan tingkat menengah pada masa kolonial Belanda.

Selama bersekolah di HBS, Soekarno tinggal di rumah teman ayahandanya, yakni H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan salah satu tokoh pergerakan Indonesia dan pendiri Sarekat Islam.

Saat berada di Surabaya, Soekarno juga aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Dharmo yang menjadi bagian dari Budi Utomo dan kemudian berubah nama menjadi Jong Java pada

Saat bersekolah di HBS, Bung Karno juga telah aktif menulis di Oetoesan Hindia, sebuah surat kabar harian yang dipimpin Tjokroaminoto.

Pada , Soekarno lulus iranian HBS dan melanjutkan studinya di jurusan teknik sipil Technische Hoogeschool te Bandoeng yang kini dikenal dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selama mengenyam pendidikan di Bandung, Soekarno tinggal di rumah Haji Sanusi yang juga merupakan anggota Sarekat Islam.

Bung Karno pun telah berinteraksi dengan sejumlah tokoh-tokoh perjuangan Indonesia, seperti Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, Dr Douwe Dekker, yang kala itu memimpin National Indische Partij.

Soekarno lulus kuliah pada dan memperoleh gelar insinyur. Kemudian, namanya dikenal sebagai Ir Soekarno.

Perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia

Pergerakan Soekarno dimulai dengan mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) di Metropolis pada

ASC merupakan cikal bakal didirikannya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada

Melalui PNI, Soekarno kemudian menyusun rencana untuk memerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.

Pergerakan Soekarno bersama PNI kemudian membuat Belanda marah. Belanda kemudian menangkap Bung Karno di Yogyakarta pada 29 Desember

Baca juga: Isi Pidato Indonesia Menggugat

Keesokan harinya, Soekarno dibawa ke Bandung dan harus mendekam di Penjara Banceuy selama sekitar delapan bulan sebelum akhirnya dihadapkan di muka pengadilan.

Saat dibawa ke pengadilan, Soekarno membacakan pidato Indonesia Menggugat sebagai pledoi atau pembelaannya terhadap tuduhan hendak menggulingkan pemerintahan kolonial Belanda.

Isi pidato Indonesia Menggugat itu membuat Belanda bertambah marah. Soekarno pun akhirnya dijebloskan ke Penjara Sukamiskin, Bandung, dan harus mendekam di sel hingga 31 Desember

Setelah keluar dari penjara, Bung Karno kemudian bergabung dengan organisasi pecahan PNI, yakni Partai Indonesia (Partindo), pada Juli

Akan tetapi, Belanda kembali menangkap Soekarno dan membuangnya ke pengasingan di Flores pada Agustus

Soekarno juga sempat diasingkan ke Bengkulu pada hingga sebelum akhirnya bebas ketika Indonesia dijajah Jepang.

Selama penjajahan Jepang, Soekarno memiliki peran penting dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Jepang sengaja menggandeng beberapa tokoh Indonesia, seperti Soekarno dan Mohammad Hatta, untuk menarik simpati rakyat pribumi dengan janji kemerdekaan.

Soekarno aktif dalam organisasi-organisasi bentukan Jepang, seperti Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Soekarno juga merupakan tokoh yang mengusulkan rumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia Merdeka.

Puncaknya, pada 17 Agustus , Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Akhir hidup Sang Proklamator

Berbanding terbalik dengan gempita perjuangannya dalam mengantarkan kemerdekaan Indonesia, akhir hidup Soekarno cenderung sunyi dan sepi.

Soekarno meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada 21 Juni

Soekarno mengembuskan napas terakhirnya setelah menjalani masa pengasingan dan menjadi tahanan Orde Baru.

Sang Proklamator terusir dari Istana Merdeka dan Istana Bogor pada , seusai jabatannya sebagai presiden dicabut berdasarkan Ketetapan No XXXIII/MPRS/

Baca juga: Mengapa Soekarno Diasingkan Belanda dan Orde Baru?

Pelengseran Soekarno tidak terlepas dari kekacauan yang timbul pasca-Gerakan 30 Sept (G30S).

Setelah dilengserkan, Soekarno harus menjalani pengasingan di Istana Batu Tulis di Bogor, Jawa Barat.

Soekarno sempat dipindahkan ke Wisma Yaso, Jakarta, pada , sebelum akirnya Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia tutup usia pada 21 Juni

Referensi:

  • Adams, Cindy. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Bung Karno.
  • A. Setiadi. Soekarno Bapak Bangsa. Yogyakarta: Palapa
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita WhatsApp Channel : Pastikan kamu sudah set up aplikasi WhatsApp ya.